Sebagai para pelayan Injil, merupakan kehormatan bagi kita untuk membawa kabar baik dan informasi luar biasa kepada orang-orang yang membutuhkan Firman yang kita miliki.
Hampir membuat frustasi saat kita mengetahui bahwa kita memiliki pewahyuan yang akan membuat perubahan dalam kehidupan orang namun mereka menolak untuk memperhatikannya.
Lukas 19:39-42 (Amp) memberikan pengetahuan tentang bagaimana yang dirasakan Yesus saat hal tersebut terjadi pada-Nya. Ayat-ayat tersebut menyatakan bahwa Dia menangis dengan bersuara karena ketidak mampuan mereka untuk mengerti pengajaran-Nya.
39 Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu.”
40 Jawab-Nya: “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak.” [Hab. 2:11.]
41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya [dengan bersuara], 42 kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu (untuk kemerdekaan terhadap semua keadaan sukar yang dihadapi sebagai hasil dari dosa dan akan dimana damai sejahteramu – keamananmu, keselamatanmu, kemakmuranmu, dan kebahagiaanmu – itu bergantung! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
Orang-orang tersebut, seperti kebanyakan orang beragama pada saat ini, selalu ingin memarahi orang yang percaya dalam kemerdekaan total melalui Injil. Yesus menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa yang telah tersedia bagi mereka pada masa mereka.
Kita perlu agar Firman Tuhan menjadi sumber inspirasi – bukan tanggapan positif atau negatif dari mereka yang kita layani.
Mengetahui apa yang menjadi milik kita pada hari ini dan apa yang kita miliki untuk diberikan pada orang lain sangatlah penting. Kita perlu agar Firman Tuhan menjadi sumber inspirasi – bukan tanggapan positif atau negatif dari mereka yang kita layani. Ada ayat menarik dalam Yeremia pasal lima belas.
Dalam ayat yang ke-15 Yeremia melepaskan perasaannya mengenai sikap panjang sabar Allah terhadap orang-orang yang menentangnya. Faktanya, dia menyatakan bahwa sebagai hasilnya dia jadi menderita. Pernahkah Anda berada pada posisi seperti itu?
Tetapi perhatikan sumber dari inspirasinya
Yeremia 15:16 (Amp)
16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.
Para hamba Tuhan yang terkasih, saya tahu mungkin Anda merasa bahwa bangsa dan daerah Anda merupakan sebuah tantangan. Saya tahu bagaimana rasanya merasa sendirian. Akan tetapi, saya telah belajar bahwa firman-Nya adalah sumber sukacita saya dan hal hanya itu saja yang dapat membawa sukacita kedalam hati saya. Hal ini menjadi nyata khususnya saat orang-orang yang kita kasihi dan yang ingin kita bantu malah menentang Firman kasih karunia dan iman. Kita mungkin menangis bagi mereka, tetapi kita juga bersukacita bahwa kita semua dipanggil oleh nama-Nya. Saya harap Anda tidak membiarkan musuh melahirkan keputus-asaan dalam hati Anda.
Firman-Nya adalah sumber sukacita saya dan hal hanya itu saja yang dapat membawa sukacita kedalam hati saya.
Yeremia 15:19 (Amp)
19 Karena itu beginilah jawab TUHAN [kepada Yeremia]: “Jika engkau mau kembali [dan menghentikan suara-suara ketidak-percayaan dan keputus-asaan yang salah itu], Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina [membersihkan hatimu sendiri dari kecurigaan yang tidak layak dan tidak beralasan terhadap kesetiaan Tuhan], maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. [Tetapi jangan bersandar kepada mereka.] Biar mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali [kepada mereka].
Saya merasa saat saya menuliskan ini, ini adalah perkataan yang sesuai bagi sebagian dari Anda para hamba Tuhan yang luar biasa.
Ibrani 13:20-21 adalah doa saya untuk Anda:
20 Maka Allah damai sejahtera [yang memimpin dan membawa iman kita kepada kesempurnaan], yang oleh darah [yang memateraikan, mensahkan) perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, [Yesaya 55:3; 63:11; Yehezkiel 37:26; Zakharia 9:11.]
21 kiranya memperlengkapi kamu (menyeluruh, sempurna) dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan [sementara Dia sendiri] mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus (sang Mesias). Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya (sepanjang masa)! Amin (terjadilah demikian).
22 Dan aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kata-kata nasihat ini kamu sambut dengan rela hati, sekalipun pendek saja suratku ini kepada kamu.
Jadilah kuat oleh pengetahuan bahwa Anda adalah harapan bagi DUNIA ini.
Artikel-artikel dapat digunakan dengan cuma-cuma selama penggunaan tersebut secara utuh dan disertai keterangan bahwa artikel tersebut bersumber dari Global Grace News http://www.globalgracenews.org.