Sekarang Waktunya Revolusi Injil!

Oleh: David Sterling
Dari: July 2009
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
“Agama Kristen” memberitakan “injil” palsu, yaitu tentang segala hal yang harus Anda lakukan. Ini adalah Kabar Buruk! Kita membutuhkan Injil yang sejati, dimana segalanya adalah tentang apa yang telah Yesus lakukan. Ini adalah satu-satunya Injil yang dapat memerdekakan orang.

Banyak orang di seluruh dunia yang memeluk “agama Kristen” belum pernah benar-benar mendengar Injil yang sejati. Mereka telah menerima sebuah bentuk “Kekristenan” tanpa pernah mengerti seperti apakah Injil yang sejati itu. Mereka berpikir bahwa “Kekristenan” hanyalah salah satu bentuk agama dengan berbagai peraturan tersendiri dan mereka telah menggantikan “perintah dan larangan” tersebut sama seperti pada agama-agama yang lain.

iblis akan memastikan agar anda tahu bahwa perbuatan anda tidak akan pernah cukup baik

Mereka percaya bahwa mereka harus berusaha untuk menuju Tuhan dan pada saat yang sama berbuat sebaik mungkin untuk memperoleh dan mempertahankan keuntungan dari keselamatan. Itu bukanlah Injil yang sejati. Itu benar-benar bukan Kabar Baik!

Bergantung pada Perbuatan Sendiri?

Bahkan menerima Yesus sebagai Juru Selamat anda, dengan mempunyai kepercayaan bahwa Anda sekarang harus mentaati berbagai peraturan, atau mengganti yang satu dengan yang lain, bukanlah kabar baik. Mengapa? Karena hal itu masih bergantung pada perbuatan Anda. Masih berpusat pada kemampuan Anda untuk memenuhi berbagai standar dan mentaati peraturan. Saya dapat menjamin bahwa iblis akan memastikan pada Anda bahwa perbuatan Anda tidak pernah cukup baik. Dia adalah ahli dalam menunjukkan betapa tidak cukup, tidak lengkap dan tidak mampunya Anda. Dia adalah pendakwa dari saudara-saudara dan dia sangat ahli dalam menunjukkan betapa tidak cukupnya perbuatan Anda (Wah. 12:10).

Banyak orang di seluruh dunia yang memeluk “agama Kristen” belum pernah benar-benar mendengar Injil yang sejati.

Kebenaran yang membuat Injil menjadi “kabar yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan” adalah bahwa kita sepenuhnya diterima oleh Allah melalui apa yang telah Yesus lakukan bagi kita tanpa sedikitpun kebaikan yang kita lakukan. Keselamatan dan hidup berlimpah-limpah yang diberikan Yesus melalui kedatangannya tidak tergantung pada perbuatan kita. Berkat-berkat Allah yang luar biasa tidaklah berdasarkan pada sejauh mana kita berhasil bertindak sebagai orang Kristen. Bahkan jawaban doa tidak berhubungan dengan kebaikan dan kekurangan kita. Pewahyuan tentang kasih karunia Allah yang luar biasa akan membebaskan Anda dari mentalitas yang bergantung pada perbuatan – akan melepaskan Anda dari hidup secara legalistik, hidup yang dipenuhi dengna tekanan. Allah memberkati dan menyediakan karena apa yang telah diraih Yesus bagi kita dan bukan apa yang dapat Anda raih! Keselamatan adalah tentang kesetiaan Tuhan, bukan kita! (Ef. 2:8-9)

Surat Roma menyatakan bahwa Injil itu sendiri adalah kekuatan Allah. Injillah yang menghasilkan hidup dari Allah pada manusia. Akan tetapi, kata Injil telah menjadi sebuah istilah agamawi yang saat ini telah banyak kehilangan arti yang sebenarnya. Banyak orang menghubungkan “Injil” dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan agama; khususnya agama Kristen. Tetapi “Injil” secara literal berarti “kabar baik.” Bahasa Yunaninya, euaggelion, yang diterjemahkan menjadi “injil” dalam tujuh puluh empat ayat dalam Perjanjian Baru, yang sebenarnya berarti “kabar yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan.”

Kebanyakan “kebudayaan Kristen” saat ini menghubungkan Injil dengan pernyataan berikut ini: “Kamu orang berdosa. Kalau kamu tidak bertobat, kamu akan masuk neraka.” Sekarang, hal itu merupakan pernyataan yang benar. Memang ada surga dan neraka, ada Tuhan dan setan, dan Anda akan masuk neraka kalau tidak bertobat dan menerima keselamatan. Tetapi meskipun hal tersebut benar, itu bukanlah “kabar baik.” Hal itu bukanlah “Injil.”

Tuhan tidak mencari orang-orang “baik” dan menyelamatkan mereka – Dia mencari orang-orang durhaka dan membenarkan mereka

Injil secara langsung berhubungan dengan kasih karunia Allah. Itu merupakan satu-satunya jalan agar dosa-dosa kita bisa memperoleh pengampunan. Hidup kekal tidak diperoleh melalui kekudusan atau perbuatan baik kita. Hanya melalui Kasih Karunia Allah, yaitu kekuatan-Nya yang aktif, maka kita menjadi layak. Hanya melalui kasih karunia yang aktif dan penuh kuasa itu ada dalam hidup kita maka hati kita diubahkan.  Tuhan tidak mencari orang-orang “baik” dan menyelamatkan mereka – Dia mencari orang-orang durhaka dan membenarkan mereka (Rom. 4:5).

“Anti-Injil”

Ini menimbulkan banyak permasalahan bagi orang-orang beragama. Mereka berkata, “Tunggu sebentar! Aku percaya kamu harus melakukan ini dan itu agar menjadi kudus dihadapan Tuhan.” Agama – agama palsu, konsep manusia – mengajarkan bahwa benar dihadapan Tuhan dan berkat-Nya datang sebagai hasil dari kebajikan, kebaikan dan usaha kita sendiri. Tetapi hal itu adalah anti-Injil! Hal itu bertentangan dengan “kabar baik” dari kasih karunia Allah karena meletakkan beban agar mendapat keselamatan dan mengalami kebaikan Tuhan di atas punggung Anda – dan Anda tidak dapat menanggungnya. Tidak seorangpun dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Tidak seorangpun dapat memperoleh berkat dan anugerah dengan usaha mereka sendiri. Tidak seorangpun dapat mendekat pada Tuhan berdasarkan bagaimana kehidupannya sendiri dan hasil usahanya. Secara mendasar hal tersebut adalah “injil” palsu yang diberitakan agama pada saat ini. Pada intinya, itu adalah “injil” lain – yang berarti sama sekali bukan injil (Gal. 1:7). Itu adalah injil yang tercemar dan rusak. Semua itu adalah tentang apa yang harus Anda lakukan. Itu adalah KABAR BURUK dan bukan KABAR BAIK! (Gal. 1:6-7)

Injil tidak hanya percaya pada keselamatan, tetapi juga pada pengertian tentang bagaimana keselamatan itu didapatkan. “Jika Anda harus bertindak baik dan melakukan yang baik, maka Anda akan diterima” itu bukanlah Injil yang sejati. Perhatikan apa yang dikatakan Paulus pada saat berbicara pada pertemuan pelayan Tuhan yang pertama di Efesus: “ Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.” (Kis 20:24).

Keselamatan

Kata keselamatan pun seringkali disalahmengerti. Tidaklah aneh bagi orang Kristen untuk percaya bahwa keselamatan adalah sebuah proses satu kali saja, sebuah pengalaman dimana dosa-dosa Anda diampuni.

Keselamatan adalah sebuah perjanjian borongan dan semuanya dikerjakan oleh kasih karunia Allah, bukan usaha kita.

Itu benar, ada sebuah momen dimana Anda berpindah dari maut menuju hidup, tetapi tidak hanya hal itu saja yang terjadi. Hal itu merupakan definisi yang kurang lengkap. Keselamatan tidaklah dibatasi hanya pada pengalaman awal dari lahir baru.

Keselamatan adalah segala sesuatu yang telah dibeli Yesus bagi kita melalui karya penebusan. Sozo, bahasa Yunani yang diterjemahkan menjadi “keselamatan”, mempunyai arti lebih dari sekedar pengampunan dosa. Hal itu juga berarti kesembuhan, kelepasan, kedamaian dan kemakmuran. Hal itu merupakan sebuah kata yang merangkum semua yang telah disediakan Yesus bagi kita melalui kematian, kubur dan kebangkitan-Nya.

Keselamatan adalah sebuah perjanjian borongan dan semuanya dikerjakan oleh kasih karunia Allah, bukan usaha kita. Akan tetapi, Iblis selalu saja mencoba untuk menipu kita. Dia ingin agar kita percaya bahwa kita harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu dari Tuhan. Iblislah yang menyebabkan kita meragukan kesediaan Tuhan untuk menggunakan kemampuan-Nya bagi kita. Sayangnya, gereja seringkali memperkuat kepercayaan itu.

“ Aku tidak malu untuk memberi tahu orang lain tentang kebaikan, kasih karunia dan pengampunan Tuhan.”

Kebanyakan orang percaya bahwa Tuhan berkarya dalam kehidupan mereka sesuai dengan perbuatan mereka. Mereka percaya bahwa berkat Tuhan itu tergantung pada seberapa suksesnya mereka hidup dalam kehidupan Kristen yang baik. Itu adalah kesalahan yang dihadapi oleh Paulus dalam surat Roma. Saat Paulus datang dan berkata, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil!” dia sebenarnya berkata, “Aku tidak malu untuk memberi tahu orang lain tentang kebaikan, kasih karunia dan pengampunan Tuhan.” Tuhan mengasihi kita terlepas dari siapa kita dan apa yang telah kita lakukan. Keselamatan telah disediakan – kesembuhan dan kelepasan telah dibayar lunas. Bagian kita adalah menerimanya. Nah, itulah “kabar baik!”

Injil yang Sejati

Injil yang sejati - “kabar yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan” adalah bahwa Tuhan telah menyediakan segala yang kita butuhkan melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Kabar baiknya adalah bahwa kita telah didamaikan, ditebus dan disucikan melalui pengorbanan Yesus yang cukup sekali dan untuk selamanya. Itu adalah Kabar Baik tentang kasih karunia Allah yang memampukan manusia untuk menerima pengampunan dosa, kesembuhan bagi tubuh mereka, kelepasan dari cengkeraman Iblis, dan masih banyak lagi. Itulah Injil!

Injil adalah tentang apa yang telah diselesaikan sekali dan untuk selamanya.

Apa Anda butuh makmur secara finansial? Kuasa untuk mendapatkan kemakmuran finansial ada dalam Injil.
Apa Anda merasa perlu kekuatan lebih untuk hidup dalam kemenangan? Injil adalah kekuatan Allah.
Apakah Anda perlu dilepaskan dari pengaruh kuasa setan, dari depresi, dari keegoisan atau dari hal yang lain? Kuasa untuk mendapatkan kelepasan ada dalam Injil!
Injil bukanlah tentang apa yang akan dilakukan Tuhan atau tentang sesuatu yang mungkin akan terjadi.
Injil adalah tentang apa yang telah diselesaikan sekali dan untuk selamanya.
Injil ADALAH kekuatan Allah. (Rom. 1:16) dan “hampir terlalu baik untuk menjadi kenyataan.”

 

Oleh: David Sterling

Pastor of Tampereen Kristillinen Yhteisö, Finland. Member of GGN Board of Directors

Selanjutnya tentang David Sterling | Artikel oleh David Sterling