Hal ini telah berlangsung selama ribuan tahun. Di seluruh dunia, banyak orang yang bingung dan salah jalan yang kemudian berusaha memberikan pengorbanan untuk mencoba menenangkan “tuhan yang murka” atau untuk hal yang lain.
Disepanjang sejarah manusia, dalam banyak agama pagan (penyembah berhala), usaha untuk mendapatkan perlindungan dari bencana yang datang ke atas unia adalah suatu hal yang biasa dilakukan. Umat manusia, disepanjang zaman, telah membangun suatu kebutuhan secara agamawi untuk meredam murka Tuhan yang dibayangkan sebagai Tuhan yang pemurka. Menurut Alkitab, bahkan beberapa umat Tuhan pernah mengorbankan anak-anak mereka sendiri demi terhidar dari murka dewa Molokh. Mungkin mengejutkan bagi Anda saat menemukan bahwa sampai saat ini dalam beberapa kelompok orang Kristen, mereka masih memiliki bayangan bahwa Allah masih berniat menjatuhkan murka-Nya untuk membela diri-Nya sendiri.
Ada tipuan kotor di tengah-tengah kita berkaitan dengan karakter Allah. Banyak perbuatan buruk yang dikaitkan dengan Allah tanpa ada alasannya. Dia terus menerus disalahkan karena pekerjaan si jahat di dalam dunia. Kebenaran yang sejati adalah korban penebusan Anak Domba Allah, Yesus Kristus, yang sekali dan untuk selamanya, telah sepenuhnya memuaskan tuntutan keadilan dari Allah yang adil. Melalui intervensi dari Yesus Kristus, manusia telah didamaikan kepada Allah sendiri – perdamaian telah diciptakan melalui darah berharga yang mengalir di kayu salib. Kejutan, kejutan – Allah tidak murka lagi terhadap siapapun!
Kebaikan Allah Menarik Orang Kepada Pertobatan
Sudah terlalu lama dunia keagamaan memberikan gambaran tentang Tuhan sebagai pihak yang memberikan penyakit pada seseorang untuk mengajarkan suatu pelajaran rohani yang berharga dan mendalam.
Terlalu sering orang Kristen berbicara sepertinya Tuhan yang kita layani adalah Tuhan yang pemurka dan penuh rasa dendam. Mereka berbicara sepertinya Tuhan adalah permasalahan mereka; hampir sama seperti iblis tidak lagi ada untuk membuat masalah di atas planet bumi ini. Sering kali kita dapat mendengar hal tersebut. Sudah terlalu lama dunia keagamaan memberikan gambaran tentang Tuhan sebagai pihak yang memberikan penyakit pada seseorang untuk mengajarkan suatu pelajaran rohani yang berharga dan mendalam. Sebagian orang lainnya percaya bahwa mungkin Tuhan adalah pihak yang memberikan masalah untuk memurnikan umat-Nya dengan mengirimkan gempa bumi, banjir dan angin taufan untuk menunjukkan dan memperlihatkan kemurkaan-Nya. Jika ada sesuatu yang buruk terjadi pada mereka, mereka yakin Tuhan sedang memukul kepada mereka karena mereka telah keluar dari jalur; atau juga Dia memberikan penyakit jantung “untuk membuat mereka tetap rendah hati.” Beberapa orang percaya bahkan kecanduan dengan kepercayaan yang penuh takhyul, tidak masuk akal dan fatalistis bahwa setiap hal yang datang dalam hidup mereka pasti mempunyai arti yang tersembunyi. Segala jenis kejadian bencana dan serangan penyakit dihubungkan dengan rahasia kehendak Tuhan. Akan tetapi, tidaklah sulit untuk melihat bahwa pola pikir semacam ini sangat bertolak belakang dengan Firman Tuhan.
Alkitab tidak membuat kita tetap tinggal dalam kebingungan berkaitan dengan karakter Tuhan. Alkitab menyatakan kebaikan dan kemurahan Tuhan yang tidak terbatas. Secara spesifik diberitahukan kepada kita bahwa Allah telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka (2 Korintus 5:19). Sangat jelas diberitahukan kepada kita bahwa Yesus adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia (1 Yohanes 2:2). Allah telah melakukan firman pendamaian kepada kita. Hal ini adalah pesan belas kasihan dan pengampunan. Dia tidak murka terhadap umat manusia. Kita sekarang hidup dalam kekayaan kasih karunia, anugerah dan kemurahan kemurahan Allah yang menuntun manusia kepada pertobatan (Roma 2:4).
Menurut beberapa “orang yang menyebut dirinya sebagai nabi,” semua hal tersebut merupakan peringatan akan kemurkaan ilahi terhadap dosa dan pelanggaran-pelanggaran.
Sejak gelombang terakhir serangan teroris dan terjadinya bencana besar lainnya, tidaklah aneh bila mendengar banyak orang mengatakan bahwa Allah menyatakan penghakimannya dan mengirimkan api-Nya untuk memperingatkan bangsa-bangsa di dunia. Kita diberitahu bahwa ini adalah peringatan awal dari Allah dan bahwa Dia sedang dalam proses untuk mulai menggenapi penghakiman-Nya. Menurut beberapa “orang yang menyebut dirinya sebagai nabi,” semua hal tersebut merupakan peringatan akan kemurkaan ilahi terhadap dosa dan pelanggaran-pelanggaran. Akan tetapi semua itu adalah tipuan dan kesalahan penafsiran terhadap Firman Allah dan karakter-Nya. TIDAK ADA YANG BISA LEBIH JAUH DARI KEBENARAN!
Kapan pun ada kejadian yang membawa kesengsaraan besar dan sakit hati bagi suatu negara atau kelompok tertentu, beberapa orang yang disebut nabi bangkit untuk menyatakan bahwa Allah sedang mengoncangkan dan memperingatkan dunia akan ketidakpuasan-Nya. Pernyataan-pernyataan semacam ini secara terang-terangan salah dalam menggambarkan karakter Allah dan seharusnya hal itu ditolak sebagai nubuatan palsu. Allah berada dalam bisnis untuk menyelamatkan dan menyembuhkan banyak orang – Dia bukan pembuat masalah.
Yesus adalah Gembala Yang Baik, bukan pembantai. Allah yang memberikan dan memelihara kehidupan – Dia bukan penghancur kehidupan. Saat ini kita tidak di dalam penyelenggaraan murka Allah. Hari Tuhan dan pembalasan-Nya belum datang ke muka bumi. Sekarang adalah hari keselamatan – ini adalah penyelenggaraan kasih karunia Allah.
Dengan merebaknya penyakit AIDS di seluruh dunia, muncullah nubuatan bahwa “tuhan yang marah” ini sedang menghukum kaum homoseksual karena gaya hidup mereka yang imoral. Setelah bencana tragis Estonia, dimana ratusan orang kehilangan nyawa saat kapal penumpang yang besar itu tenggelam di perairan yang dingin laut Finlandia, mereka diberitahu oleh “para nabi” sesat bahwa Allah sedang mengoncangkan negara-negara Nordic karena politik liberal dan banyaknya dosa mereka. Gelombang nubuatan menyedihkan yang sama juga terjadi setelah ada bencana di reaktor nuklir Chernobyl. Beberapa orang bahkan mencoba mencari referensi kenabian yang dikaitkan dengan bencana dalam kitab Wahyu. Saat perang Timur Tengah dimana negara Iraq degan pemimpinnya Saddam Hussein dipermalukan dan diusir keluar dari Kuwait, kita diberi tahu oleh beberapa orang yang mengaku dirinya “nabi” bahwa sekarang Allah melepaskan kemurkaannya terhadap Islam dan dunia Muslim. Beberapa pencari sensasi bahkan mencoba mencari ayat-ayat Alkitab untuk mendukung pandangan mereka.
Tidak ada tertulis bahwa Yesus mengirimkan badai dan bencana untuk menghukum manusia dan menggenapi penghakiman Allah.
Sangat menyedihkan saat melihat orang Kristen mudah tertipu dan menjadi korban dari para pengajar yang tidak bertanggung jawab dan sesat itu. Tuhanlah yang mencari untuk rekonsiliasi. Nabi Allah yang sejati, Yesaya, menyatakan bahwa “Dia (Yesus) dipukul dan ditindas Allah> Dia diremukkan dan dihukum karena pelanggaran kita. Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya” (Yesaya 53:4-5). Pengorbanan Yesus telah membayar harga dosa-dosa umat manusia. Allah tidak mencurahkan ledakan murka-Nya, belum juga menghakimi bangsa-bangsa. “Hari kemurkaan” itu masih di masa depan dan Dia telah berjanji untuk menyelamatkan gereja-Nya sebelum datangnya hari kemurkaan itu.
Sekarang, setelah terjadinya kejadian yang mengerikan di Amerika tanggan 11 September, sekali lagi kita disuguhkan pada berbagai pernyataan pesimistis bahwa Allah telah, karena beberapa alasan, mengangkat tangan perlindungan-Nya dari bangsa Amerika. Beberapa orang mengatakan bahwa Allah menghukum New York karena kota tersebut telah bertindak sebagai pintu yang terbuka, membiarkan dosa masuk dengan bebas ke negara tersebut. Sebagian orang yang lain bahkan mengklaim bahwa ini adalah awal dari penghakiman akhir zaman dari Allah. Akan tetapi, pernyataan semacam itu adalah tipuan murni. Bapa segala dusta itu sendiri, Iblis, telah berhasil mengalihkan kesalahan yang harusnya dia terima kepada Allah. Dia telah menyesatkan banyak orang sehingga Allah yang disalahkan karena pekerjaan kegelapan yang menghebohkan itu. Dengan menipu umat Allah untuk percaya dusta tersebut, iblis mampu membuat orang-orang tulus tetap dalam keterikatan. Dengan menyesatkan karakter Allah, musuh telah menampakkan diri sebagai malaikat terang dan telah mencegah manusia dari menerima kemurahan dan kebaikan Allah. Tidak mengherankan bila begitu banyak orang percaya yang tulus mengalami kesulitan untuk menerima berkat dari Allah!
Anak Manusia datang bukan untuk menghancurkan hidup manusia tetapi untuk menyelamatkan mereka.
Alkitab dengan jelas menatakan bahwa setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang. Allah tidak berhubungan dengan kegelapan. Dia tidak memiliki kebiasaan untuk menggunakan teroris yang fanatik dan fundamentalis untuk menjalankan tujuan-Nya bagi manusia. Tuhan yang baik itu tidak dalam bisnis untuk menyebarkan penyakit mematikan untuk menyatakan tujuan-Nya. Tidak ada tertulis bahwa Yesus mengirimkan badai dan bencana untuk menghukum manusia dan menggenapi penghakiman Allah. Faktanya, dalam satu kejadian, saat Yakobus dan Yohanes ingin memerintahkan api untuk turun dari langit dan membakar sebuah desa di Samaria, Yesus menegor mereka dengan keras dan berkata bahwa mereka tidak tahu roh mana yang menguasai mereka (Lukas 9:54-55 BIS).
Karakter dan sifat dari Bapa Sorgawi kita tidak memperbolehkan Dia untuk melakukan hal-hal mengerikan yang telah dituduhkan kepada-Nya. Fakta Alkitab menyatakan Allah sebagai Bapa Sorgawi yang penuh kasih tidak mengijinkan Dia untuk menggunakan rasa sakit, penyakit, kegagalan, bencana dan malapetakan sebagai metode pelatihan, pengajaran dan pemurnian.
Pewahyuan yang penuh dan mulia dari Perjanjian Baru menyatakan bahwa Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang, Anak Manusia datang bukan untuk menghancurkan hidup manusia tetapi untuk menyelamatkan mereka. Yesus menyatakan bahwa Ia sendiri adalah penggenapan dari “Tahun Yobel.” Kita sekarang hidup dalam Tahun Yobel dari anugerah Allah yang luar biasa. Allah tidak marah lagi. Dia setia dan panjang sabar, tidak menginginkan ada yang binasa, tetapi menginkan semua datang dalam pertobatan. Murka Alah terhadap dosa telah sepenuhnya diredakan atau dipuaskan dalam darah Kristus. Murka Allah, karena dosa-dosa manusia, telah jatuh pada Yesus dan bukan kita. Yesus adalah “Paskah” kita. Puji Tuhan, saat ini kita ada dalam periode yang disebut sebagai Dispensasi Kasih Karunia Allah (Kolose 1:25).
Murka Alah terhadap dosa telah sepenuhnya diredakan atau dipuaskan dalam darah Kristus.
Kutuk yang ada di dalam dunia bersama semua penderitaan dan tragedinya merupakan hasil dari ketidaktaatan manusia. Hal itu datang bersama dengan kejatuhan. Allah bukan yang bertanggung jawab atas bencana dan pekerjaan kegelapan yang kita lihat. Iblis adalah pembuat bencana yang menyebabkan adanya penderitaan dalam dunia kita. Sejauh ini, pada masa sekarang, seluruh dunia ada dibawah kekuasaan si jahat (1 Yohanes 5:19). Sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin (Roma 8:22).
Alkitab menyatakan bahwa murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman (Roma 1:18). Kita diperingatkan bahwa akan tiba waktunya saat Allah menghakimi seluruh bangsa di atas bumi. Akan datang waktu dimana cawan murka Allah akan dicurahkan (Wahyu 15:7). Akan tetapi, kita belum sampai pada saat itu. Sangatlah penting bagi orang percaya untuk tidak salah mengartikan dispensasi dan waktu yang berbeda dimana Allah berurusan dengan manusia. Murka Allah telah dicurahkan keatas Yesus saat Dia menderita menggantikan kita. Allah Sepenuhnya Puas dengan Pengorbanan Yesus. Karena salib, kemurahan Allah telah menggantikan penghakiman. Sebagai anak Allah yang telah lahir baru di dalam Kristus, Anda telah menerima kemurahan bukan penghakiman.
Jangan menjadi gelisah dengan apa yang Anda lihat sedang terjadi disekitar Anda. Angkatlah wajahmu! Milikilah keberanian! Dia yang telah memanggilmu adalah setia dan sangat terpercaya. Kiranya roh, jiwa dan tubuhmu tetap tidak terjaga dan terlindungi sampai datangnya Tuhan kita, Yesus Kristus. Diatas semua itu ingatlah - ALLAH ADALAH ALLAH YANG BAIK!
Artikel-artikel dapat digunakan dengan cuma-cuma selama penggunaan tersebut secara utuh dan disertai keterangan bahwa artikel tersebut bersumber dari Global Grace News http://www.globalgracenews.org.