Sangat penting untuk berfokus pada fakta bahwa kita sekarang hidup dalam perjanjian baru, kita adalah ciptaan baru dan kita memiliki perintah yang baru.
Perjanjian baru didirikan pada janji-janji yang lebih baik! Kita memiliki Imam Besar yang lebih baik dan tabernakel yang sempurna. “Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.” (Ibr 8:6)
Perjanjian lama dipenuhi dengan banyak janji yang baik, termasuk janji-janji tentang kesembuhan, kesehatan, umur panjang, kemakmuran finansial dan kemenangan atas semua musuh. Memiliki janji-janji mengenai perlindungan Allah dan malaikat, juga tentang doa dan jawaban doa. (Contoh: Kel 15:26, Kel 23:25-26, Ul 7:14-15, Maz 91, Ul 8, dan Mal 3:10.)
Semua janji tersebut sekarang adalah ya di dalam Kristus Yesus! (2 Kor 1:19-20)
Inilah perbedaan besarnya: sekarang Allah telah memberikan janji-janji itu – semuanya ya di dalam Dia. Dan sekarang semua itu lebih dari sekedar janji, semuanya adalah fakta! Semua yang dijanjikan telah diberikan di dalam Kristus Yesus. (Ef. 1:3) Kita tidak perlu menunggu lagi – waktu untuk menerima telah tiba. Sekarang! (2 Kor 6:2)
Kita tidak hanya memiliki janji tentang kesembuhan, karena oleh bilur-bilur-Nya kita telah menerima kesembuhan. Sekarang kita tidak hanya memiliki janji tentang mendapatkan berkat, kita telah diberkati dengan seluruh berkat rohani di dalam sorga dan kita telah menjadi kaya melalui kemiskinan-Nya. (Ef 1:3, 2 Kor 8:9)
Kita tidak hanya memiliki janji-janji tentang kemenangan, kita telah ditempatkan bersama dengan Dia di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan. Dia yang ada di dalam kita lebih besar dari segala yang ada di dalam dunia. Iman kita adalah kemenangan yang telah mengalahkan dunia.
Kita perlu memahami arti dari darah Yesus. Alasan mengapa jalan menuju hadirat Allah tidak terbuka adalah karena tidak mungkin darah lembu dan kambing menghapuskan dosa-dosa. Tetapi sekarang Ia telah masuk sekali untuk selama-lamanyal ke dalam tempat yang kudus dengan membawa darah-Nya sendiri! ” Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” (Ibr 10:14)
Saat Yesus berkata, “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian” (Mat 26:28), Dia berbicara tentang perjanjian baru. Perjanjian tidak dapat dijalankan sebelum Kalvari, karena darah itu harus memberi kesaksian tentang kematian pewaris.
“Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup.” (Ibr 9:17). Memang darah itu harus membuktikan kematiannya agar wasiat/perjanjian itu berlaku.
Darah adalah dasar dari perjanjian baru. Kebangkitan, yang merupakan kelahiran baru dan tanda awal dari Manusia Baru, merupakan hasil dari penerimaan darah tersebut sebagai pengorbanan yang sempurna. Ibrani 13:20 mengatakan: ” Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus…”
Sekali lagi: kebangkitan terjadi karena darah! Saat darah telah dicurahkan, dan syarat Allah bagi kebenaran dipenuhi, kebangkitan dapat terjadi. Inilah mengapa pembenaran tidak menjadi fakta sebelum kebangkitan: “[Dia] yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.” (Rom 4:25)
” Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu!” (1 Kor 15:17) Tetapi sekarang Kristus telah bangkit!
Seluruh isi surat Ibrani adalah mengenai perbedaan antara perjanjian lama dan perjanjian baru. Dalam pasal 8, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa perjanjian baru berbeda dengan perjanjian lama, karena dikatakan bahwa tidak menurut yang lama. Lebih baik dan telah menggantikan yang lama.
Perjanjian lama berisi sepuluh perintah luar; perjanjian baru ditulis di dalam hati.
Dalam perjanjian lama hanya para nabi yang mengenal Tuhan; dalam perjanjian baru “mereka semua akan mengenal Aku.”
Dalam perjanjian lama selalu ada pengingat akan dosa. Dalam perjanjian baru Tuhan akan penuh belas kasihan, dan “Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”
Karena kita telah disucikan “sekali untuk selamanya,” “kita tidak sadar lagi akan dosa.” (Ibr 10:1-2)
Dalam perjanjian lama, imam besar adalah manusia yang harus digantikan setelah dia mati. Mereka adalah imam-imam yang menjalankan ibadah dan hal tersebut dilakukan dalam tabernakel yang dibuat dengan tangan manusia.
Dalam perjanjian baru kita memiliki Imam Besar menurut peraturan Melkisedek, dan yang hidup untuk selama-lamanya. Dia adalah Pelayan di tempat kudus yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan. Disini, di atas bumi ini, seluruh orang percaya adalah imam bagi Tuhan kita. Kita sendiri adalah bait Roh Allah, dan bersama dengan yang lain kita dibangun, disatukan bersama dan bertumbuh kepada bait suci di dalam Tuhan saat kita bersama di dalam Nama Yesus.
Bukan lagi para Nabi yang memimpin kita. Roh Allah yang memimpin semua anak-anak Allah. (Rom. 8:14-16)
Dalam perjanjian baru tidak ada lagi bangunan kudus, karena kita adalah rumah-Nya. (Ibr 3:6) Kita adalah bait-nya. Dia tidak lagi tinggal dalam bangunan buatan tangan manusia. Semua sistem dengan liturgi untuk ibadah, bangunan gereja yang kudus, imam-imam, jubah, tempat-tempat kudus dan hari-hari khusus adalah milik perjanjian lama. Perjanjian baru dimulai dengan Penebusan di Kalvari. Saat Yesus dipersembahkan sebagai Domba Paskah kita, hal itu mengakhiri yang lama.
Saat beberapa orang mengacu pada saat Yesus membersihkan bait suci sebagai pertahanan bagi bangunan kudus, mereka belum mengerti apa yang terjadi saat Yesus berseru, “Sudah selesai!” Itu adalah saat dimana tabir bait suci terbelah dari atas sampai ke bawah. Allah pindah dari bangunan batu untuk hidup di dalam umat-Nya, dan kita dibangun bersama sebagai tempat kediaman Allah di dalam Roh. (Ef. 2:20-22) Sekarang bait suci itu adalah kita! Bahkan tubuh Anda adalah bait Roh Allah. (1 Kor 6:19) Allah mengumumkan, “Aku telah pindah!”
Bagi orang Kristen yang hidup di bawah perjanjian baru, penting untuk memahami bahwa hari-hari raya kudus adalah milik dari perjanjian lama. Hari-hari raya kudus tersebut telah digenapi! Doktrin Katolik lah yang membawa kembali perayaan hari-hari tertentu dan memperkenalkan penyembahan terhadap Perawan Maria. Paskah adalah gambaran dari penebusan. Saat Yesus datang, dia telah mempersembahkan diri-Nya sekali untuk selamanya. Dia tidak harus mati lagi setiap tahun.
Jangan salah mengerti: Saya merayakan Natal, Paskah dan Pentakosta. Tetapi saya tahu bahwa saya telah diberi Paskah sepanjang tahun – Allah adalah Allah yang telah didamaikan! Dan saya memiliki Pentakosta sepanjang tahun – Roh Kudus ada disini! Bagi saya hal itu lebih dari sekedar satu minggu dalam kalender; ini adalah kenyataan rohani.
Dalam perjanjian baru, ciptaan baru lah yang diperhitungkan. Ciptaan baru adalah iman dan kasih. Tidak lagi tentang perintah dan peraturan. Mari kita membaca dari Kolose 2:16-23: “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya. Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.”
Disini Paulus mengatakan bahwa saat menjadi agamawi, Anda akan dengan mudah menjadi duniawi. Dia berkata bahwa hal tersebut akan memberikan kepuasan daging untuk menjadi rohani dan mengatakan bahwa berbagai hal dilarang, beberapa hal itu baik— jangan dijamah, jangan dikecap, jangan disentuh, perhatikan hari sabat, perhatikan hari raya, dll. Tetapi orang Kristen dibebaskan dari semua hal itu. Kita hidup dibawah perjanjian baru.
Rasul Paulus telah memberikan banyak nasihat bagi orang percaya, yaitun tentang cara hidup dan penyembahan. Dia sangat radikal terhadap dosa diantara orang Kristen, dan berkata bahwa janganlah kamu makan bersama dengan orang Kristen yang hidup di dalam dosa.
Tetapi setiap saat dia menunjuk pada Ciptaan Baru. Kita adalah bait Roh Kudus. Inilah mengapa kita tidak seharusnya berbohong atau mencuri, dll. Dengan kuasa dari Ciptaan Baru kita mampu untuk menjalani hidup kudus. Ef 4:24, Kol 3:10-11, Ef 2:8-10, dan Kol 2:6-10 merupakan contoh dari hal tersebut. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, dan pastinya juga tidak dapat menyucikan dirinya sendiri! Tetapi barangsiapa yang dilahirkan kembali dan dipenuhi dengan Roh dapat hidup dalam tingkatan yang mustahil bagi manusia yang hidup dengan kekuatannya sendiri.
Sebuah hak istimewa untuk bisa hidup dalam perjanjian baru, setelah Kalvari dan setelah Pentakosta!
Artikel-artikel dapat digunakan dengan cuma-cuma selama penggunaan tersebut secara utuh dan disertai keterangan bahwa artikel tersebut bersumber dari Global Grace News http://www.globalgracenews.org.